’Kak, aku Sufat (11th). Bapakku udah meninggal, aku tinggal sama ibu & 2 kakakku. Kaki kananku harus diamputasi karena hancur tertabrak truk 😢’
Seperti anak lain, Sufat juga senang bermain & mau terus sekolah. Dia butuh kaki palsu karena ibunya yang buruh konveksi tidak punya biaya.
Ada Ahmad (17th), yatim piatu yang butuh kaki palsu supaya bisa bekerja. Katanya gak mau jadi ‘beban’ keluarga. Juga Dwi Sandi (18th) yang orangtuanya seorang kuli bangunan. Berharap punya kaki palsu supaya bisa bekerja setelah lulus.
’Di balik senyum mereka, ada perjuangan yang tak banyak orang tahu’
Izin galang dana buat kaki palsu mereka ya kak. Bukan sekedar memberi alat bantu tapi juga harapan & kesempatan
- Sufat | 9,150,000
- Ahmad | 9,150,000
- Dwi Sandi | 13,900,000


